<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/30426921?origin\x3dhttp://pakdepoer.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ex LOKAL vs Ex LUAR

Saturday, February 09, 2008

gw neh gi nyepedahFenomena produksi barang Ex Lokal dengan barang Ex Luar memang tidak pernah berhenti dibicarakan, yang jelas image barang ex lokal sekarang ini dimata bangsa sendiri diaqnggap payah deh pokoknya.
Padahal sebetulnya produsen2 barang branded luar banyak yang membuat pabriknya disini. Misal sepatu, baju2 sport, barang elektronik dll, tapi kok walaupun dibuat di sini mutunya sesuai dengan persyaratan standard di negaranya, mungkin karena pembuatannya mendapa pengawasan yang ketat oleh pihak juragan dari sana itu.

Sehubungan diatas saya mau cerita sedikit dengan Sepeda Gunung/Mountain Bike (sepeda MtB) yang saya pakai, kira2 tahun 80an sepeda MtB masuk dalam jajaran cabang olah raga sepeda di Indonesia. Dan pada saat itu lah saya mulai tertarik untuk menggunakan sepeda MtB karena manuvernya lebih lincah, ukurannya pas untuk saya, tidak terlalu bungkuk dan kaku, karena sebelumnya saya menggunakan sepeda Jalan Raya (Road Bike). Setelah mulai lebih serius kira2 tahun 1998 saya berfikir untuk membeli sepeda yg lebih bagus dari segi performanya, bagus dari segi geometrinya, bahannya, bobotnya dan bisa dipake race sekali2 (spek kompetisi).

Karena baru serius dan kondisi kantong lagi mepet sedang component2 kelas menengah atas cukup mahal, maka jatuh pilihan pada frame MtB alumunium lokal buatan Tanggerang, menurut saya frame ini cukup bagus dari segi geometrinya, bobotnya dan kekuatanya, bahwa frame ini harusnya bisa dipakai sedikit ajrut2 an atau balapan cross country minimal. Setelah selesai merakit (penapakannya seperti foto dibawah) dan test ride ternyata memang frame ini manouvernya luar biasa cukup agresif untuk dipakai race.


Setelah beberapa waktu saya pakai ber ajrut2 an, ternyata frame ini dari segi kekuatanya kurang baik, karena setelah sekian lama dipakai ajrut2 an mulai ada retak di BB (Botom Bracket) shelnya, saya coba untuk mengelasnya dan di pakai lagi ternyata juga tidak bisa bertahan lama. Rekan lain yg memakai frame yg sama juga mengalami retak di daerah pertemuan Seat Tube dan Top Tubenya.


Kesimpulan saya barang2 ex lokal sebetulnya tidak jelek2 amat tapi mungkin karena sistim pengawasnnya yg kurang, dan dijual untuk konsumsi lokal jadi produksinya tidak memperhatikan standar mutu internationalnya, dipikir toh yg beli orang2 kita saja yang penting kan mereka bisa beli murah padahal setau saya frame ini juga dipasarkan ke luar negri, ke UK tapi pasti mutunya beda. Tetapi belakangan ini sepeda MtB produksi lokal sudah cukup baik, hanya untuk yang spek kompetisi memnag belum memadai.

Setelah cape sama mutu frame sepeda lokal pikir2 mending beli frame yang mutunya bener2 bagus, toh component yang terpasang disepeda lama cukup bagus, tinggal upgrade2 sedikit2 nanti kalau ada lungsuran dari temen2 ngemtebe yang pengen upgrade komponennya.
Maka jatuhlah pilihan ke frame MtB scandium ex luar/import dengan harga yang relatif murah di kelasnya. (penampakan seperti foto di bawah)


Ada cerita lucu dari sepupu saya yang pergi berlibur ke Amrik bersama keluarganya, mereka kebetulan lupa membawa kamera padahal kalau kita berlibur keluar kota atau keluar negri pasti tidak akan pernah absen bikin foto2.

Singkat cerita akhirnya diputuskan beli camera saku merek Fujica yang murah meriah dan cukup bagus untuk dipakai foto2 liburan.
Setelah puas jepret sana jepret sini dan foto akan dicetak baru ketahuan kalau camera tersebut ternyata buatan Indonesia, dan dengan senyum kecut dan dala hati berpikir buat apa jauh2 beli kamera kalo ternyata buatan negara sendiri.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

 
the biker

 

 


■ have dengkul will genjot

■ save gasoline, no polution, less traffic, save money, healthy and fun



links





publisher

This page is powered by Blogger. Isn't yours?  I can upload image because of you  Image Hosting



past editions

Efek Cafeine bagi Goeser
Jalur Pipa Gas
Cara mudah membuat esppresso/capucino sendiri dirumah
bike to work yuk
KOPI
Bike to Work Day
Let's Bike To Work




chit chat


 Ditenagai oleh
 TagBoard
Message Board





subscribe

atom.xml
rss





accounting department

 eXTReMe Tracker